Review Ubuntu 8.10 “intrepid Ibex”

12 11 2008

<!– @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

UBUNTU 8.10 “INTREPID IBEX SIMPLE REVIEW”
by Agus Ray 
(a6035ray@yahoo.com)

Alhamdulillah, dapat juga nih ISO Ubuntu 8.10 “Intrepid Ibex” (alias Wedus Mbeek), ISO Ibex ini saya dapatkan dari Pak Anom (Guru SMAN 2 Salatiga, Thxs Lho), setelah saya pesan 3 hari sebelumnya, mungkin agak terlambat review saya ini.

ISO Ibex yang saya dapatkan adalah versi “alternate” (teks mode non Live CD), cocok untuk diinstalkan ke PC dengan spek RAM dibawah 256MB (versi alternate pernah saya coba versi Gutsy di Pentium 3 RAM 256MB), sebagai perbandingan PC untuk percobaan adalah PC harian saya dengan spek: 
Prosesor : Intel Pentium 4 (2,66 GHz)
RAM : Dual Channel 512 MB (tapi tidak identik, Kingston VS Twinmos)
Motherboard : Asrock Intel 865GV
Graphic Cards : ASUS ATI Radeon 9200 SE
Sound Cards : Onboard 
Monitor : Samsung Syncmaster 500b

Instalasi

Karena versi alternate maka instalasi dilakukan via teks mode (hati-hati buat anda yang belum pernah install versi alternate, backup data anda dahulu) atau anda dapat menunggu kiriman dari Ship It Canonical dari Belanda untuk versi desktop Live Cdnya, setelah klik sana-sini, lalu edit partisi secara manual, instalasi base system, masukkan username dan password, mulai instalasi sampai selesai minta di reboot, maka PC saya membutuhkan waktu hampir 40 menit (cukup lama, biasanya Live CD hanya 20 menit) hingga proses instalasi selesai.

Kesimpulan : Tidak ada perbedaan berarti dengan versi sebelumnya dalam proses dan tata cara instalasi versi alternate, tapi untuk versi desktop live cd, setahu saya lebih simple dan full grafik. 

Desktop Ibex

Setelah di reboot, desktop standar Ibex memilih settingan dengan nilai tertiinggi 1280 x 1024, lalu saya turunkan 1204x768, agar nyaman di mata, maklum masih pakai monitor CRT.  Karena saya lupa mengambil screenshot standar Ibex, maka saya ambilkan versi milik Mr. Keirr:

Proses booting Ibex, lebih cepat dari versi sebelumnya (5 detik masuk desktop), dan setelah masuk, Compiz efek langsung On dengan settingan normal, berarti Video Card no problem, begitu juga dengan soundnya. Lingkungan desktop Ibex terasa lebih ringan, dari versi sebelumnya (mungkin cocok juga nih buat Pentium 3 atau 2 dengan RAM 256MB), akselerasi dan waktu muat Nautilus (File Explorer) lebih cepat dan tidak LoLa (Loading Lama).

Karena saya ingin penampang Desktop Ubuntu yang luas, maka panel bawah saya hapus, dan panel atas saya turunkan dengan tambahan applets “Windows List” pada taskbar, juga background taskbar saya ganti dengan biru glossy berserta wallpaper juga dominan biru, plus theme glossy biru dari Ibex (mania warna biru) dan tak lupa menu utama standar ubuntu saya ganti dengan “Main Menu” versi Standar Gnome.

Tampilan desktop standar seperti Ubuntu sebelumnya, dengan 2 panel atas bawah, plus wallpaper gress Ibex dengan efek siluet maskot Ibex kecoklatan khas Ubuntu, setelah sedikit di custom sesuai selera, maka jadinya seperti ini:
skrinsuut1

(Bugs or Not) Pertama kali Compiz saya setting ke Extra, lalu saya buka Nautilus dengan mode full screen, window manager tidak mau full screen alias ada ruang desktop yang tidak tertutupi window manager. Setelah dikembalikan ke Normal dan balik lagi ke Extra, anomali tersebut hilang dengan sendirinya.

Bluetooth dongle saya tancapkan, juga langsung ON, tapi proses pairing dengan HP LG KG300 saya tidak bersifat permanen, terbukti tiap kali saya kirim file dari Ibex ke KG300, selalu minta verifikasi kode, tapi tidak jadi masalah. Juga ada penambahan menu Bluetooth Device Wizard, dengan meng-klik kanan icon bluetooth pada taskbar, berfungsi untuk mencari dan proses pairing dengan device bluetooth lain.

Fitur Baru

Beberapa aplikasi Open Source terbaru dipaketkan bersama Ibex seperti, GIMP 2.6 (lebih friendly dan stabil), OpenOffice masih versi 2.4.1 (belum versi 3.0), Firefox 3.0.3, Pidgin 2.5.2, Brasero 0.8.2, Totem Movie Player 2.24.2 plus Rhytmbox Music Player 0.11.6.

Nautilus sekarang mendukung multitap (bukan multitapnya HP Motorola lho), seperti pada browser Firefox atao Konqueror, agak basi sih, tapi lumayan dapat fitur baru plus fasilitas icon eject pada masing-masing media yang di mount. 

(Bugs or Not) Tapi entah mengapa jika DVD ROM saya eject melalui Nautilus, setelah keping DVD keluar, drivenya langsung masuk lagi, jadi saya eject manual via drivenya langsung.

Jika anda buka Synaptic, maka terdapat menu tambahan “Quick Search” disamping kiri Menu Search manual. 

(Bugs or Not) Setelah saya masukkan kelima Repo DVD Hardy lalu reload dan saya cari aplikasi Inkscape di menu “Quick Search”, synaptic tidak merespon yaitu aplikasi Inkscape tidak diketemukan, restart Synaptic baru melalui Search manual Inkscape dapat ketemu dan diinstall.

Network Connection terdapat tambahan menu Mobile Broadband, selain Wired dan Wireless Connection, jadi yang punya HP dengan kemampuan GPRS/EDGE/3G/HSDPA/EVDO dll, bisa koneksi langsung (belum sempat saya coba. silahkan dicoba trus kalau berhasil dapat diposting) dan enaknya setting operator di Indonesia telah tersedia lengkap dari Axix, Im3, XL, Telkomsel dll.

Printer Samsung LaserJet ML-2010 tanpa basa-basi langsung kedetect dan di setup dengan baik, jadi tinggal pakai aja tanpa perlu driver printer tambahan, salut buat CUPS team.

(Bugs or Not) PC saya langsung restart ketika pertama kali printer Samsung saya hidupkan, baru setelah restart, printer Samsung dapat saya gunakan dengan resolusi maksimal 600dpi.

Jika anda sering kedatangan teman yang sering meminjam PC / Laptop anda secara mendadak, maka tanpa perlu khawatir sistem Ibex anda terotak-atik, maka pada icon Log Out terdapat fasilitas Gues Session, tanpa anda perlu Log Out dahulu, sehingga sistem Ubuntu anda akan aman. Terdapat perbaikan grafis yang lebih elegan dan mudah pada menu Log Out, Restart, Shutdown, Suspend dll.

Anda juga dapat mencoba Theme baru Ibex, dengan nuansa kegelapan dan kecoklatan, lumayan menemani Theme yang sudah ada, tapi saya pribadi lebih enjoy dengan theme Glossy Biru ini, nyaman di mata kali.

Kesimpulan Terakhir:
Ibex datang dengan Gnome 2.24, dan dipermak oleh tim dev Ubuntu menjadi lebih ringan dan cepat dengan fitur dan teknologi terbaru, walaupun fungsi multitap pad Nautilus agak terlambat, tapi bagi saya terbukti ampuh membantu saya membolak-balik data.
Dibandingkan dengan Gutsy 8.04.1. saya rasa lebih stabil Gutsy 8.04.1, entah nanti jika Ibex ada versi update ke 8.10.1, tapi secara keseluruhan saya cukup nyaman dengan versi Ibex kali ini, lebih cepat dan efisien. 
Silahkan beri komentar, kritik, dan hujatannya. Terima Kasih banyak. Salam Agusray.
Advertisements

Actions

Information

One response

31 08 2009
alisalatiga

Saya juga ini distro. Kalau untuk keperluan desktop sehari hari ibanding yang laen saya pilih ini Om, alasan lebih mudah, enteng. Kalau buat server beda lagi. Linux pilihannya emang banyak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: